sungai kristal

Ada Lho Sungai Sebening Kristal, Ingin Tahu? Baca Ini Guys

Sungai memiliki warna biru jernih dengan batu-batuan cantik di sekelilingnya. Ini bisa ditemukan ketika ke Padang. Datang ke Lubuak Paraku. Lubuak Paraku menurut masyarakat Kota Padang telah tak asing lagi. Mendengar namanya aja bakal langsung tertuju pada pemandian alam yang jadi legendaris itu. Dahulu, pemandian ini terlalu kesohornya. Lubuak Paraku yang selaku objek wisata alam ini sangat ramai.

Tak hanya saat musim liburan maupun saat Balimau menyambut Ramadhan saja, tapi hari biasa pun ada yang mencoba meresapi pemandian alam ini. Meski pamornya kian meredup, sebab kalah tenar pada objek wisata alam lain semacam pantai atau pulau. Nah, buat yang ingin liburan di Kota Padang bisa mencoba rasa pemandian alam Lubuk Paraku yang punya sumber air hulu Sungai Lubuak Paraku yang bersumber dari hutan di bebukitan Bukit Barisan dan ada di ketinggian 500-700 mdpl. Lubuak Paraku ada di Kelurahan Indarung, Lubuk Kilangan, Padang, Sumbar.

Wisata Sungai Kristal Lubuak Paraku, Padang

Sudah lama wilayah Lubuak Paraku ini diakui sebagai objek wisata alam yang digunakan oleh masyarakat tuk bermain air. Tidak hanya itu, aliran airnya pun dimanfaatkan  menjadi sumber air serta pembangkit listrik tenaga air PT. Semen Padang semenjak 1910 dan bermuara di Pelabuhan Muaro di Sungai Batang Arau sampai kearah Samudera Hindia. Terletak di hutan lindung Taman Hutan Raya Bung Hatta, tempat mandi ini jadi begitu mudah tuk ditelusurinya. Kira-kira 25 km ke timur dari kota dan ada di jl. provinsi antar Kota Padang-Kabupaten Solok tepatnya di kilometer 15. Persis sekali pada tikungan sebelum masuk ke tanjakan ke panorama Sitinjau Lauik. Jika naik kendaraan kira-kira 30-50 menit perjalanan dari tengah-tengah kota.

Sebelum tiba ke lokasi, kita bakal melewati gerbang begonjong dengan tinggi 2 meter dan lebarnya pas tuk lewat satu mobil. Sebetulnya sebelum ke lokasi di depan jalanan masuk sudah ada tugu Selamat Datang Di Objek Wisata Lubuak Paraku Padang, namun warga banyak yang tak menyadari itu. Masuk ke lokasi pemandian, kita bayar tiket masuk Rp5 ribu per orang. Koneksi jalannya beton, tapi ada beberapa bagian yang jalannya bolong. Dengan sejalan dengan jalanan kita akan dituntun segera ke pemandian ini.

Lokasinya tersendiri ada didalam berdekatan rumah penduduk. Memang mudah tuk berpelesiran kesini, tak jauh dari jalan raya kira-kira 500 meter dan aksesnya gampang tak seperti pemandian alam lain yang dikelola Kota Padang musti memakan waktu cukup lama tuk tiba ke lokasinya. Mata bakal tertuju kepada lubuak jernih yang warnanya biru itu. Lubuak mirip kolam yang sebetulnya palung di tengah-tengah aliran sungai yang tercipta dari aliran air deras diatasnya. Umumnya jadi tempat ikan-ikan bertemu.

Dengan dipagari batu-batuan besar dan aliran sungainya tampak tenang dan tak begitu deras. Dikelilingi pohon-pohon rindang, hijau amat menyejukan mata. Apalagi bila matahari bersinar terik menghujam dasar kolam yang full batu kecil itu. Sungguh perpaduan amat cantik. Inilah Lubuk Paraku tersebut, yang dimanfaaatkan orang-orang tuk tempat mandi. Kabarnya ada sekian jenis ikan hidup di sungai itu semacam ikan Gariang, Mungkuih dan 1 spesies belut besar yang panjangnya 1 meter. Namun, saat saya berkunjung tak menemukan satu pun ikan yang berenang di sekitar kolam ini, mungkin tidak beruntung. Hehe

Gemericik air serta hamparan lubuak yang jernih tersebut sungguh menggoda tuk membasahkan badan. Tak bermain air, takkan seru bila ke Lubuk Paraku. Suasannya masih alami padat pepohonan, sejuk, airnya dingin dan tenang seakan-akan berada pemandian punya pribadi. Bahkan amat beruntung sekali, disini banyak kupu-kupu berkeliaran menandakan daerah yang merupakan kawasan hutan sekunder itu masih terjaga kelestariannya. Disana kita bisa bermain air sembari mandi-mandi, renang santai dan tak lupa pula mencoba terjun bebas kedalam lubuak yang rumornya kedalamannya 3-4 meter tersebut menjadi hal wajib tuk dicoba jika ke tempat ini. Baiknya jika ingin pergi kesini saat cuaca sedang cerah lalu pagi hari supaya dapat merasakan sensasinya mandi didalam air es.

Dulu, sekitar aliran sungai Lubuak Paraku ada banyak sekali bebatuan besar. Tapi sekitar 1970-an, batu-batu besar disini diambil tuk menjadikan pemecah ombak pantai Kota Padang. Hasilnya, sekarang tak terdapat banyak batu besar, justru memberi keuntungan karena makin banyak tempat yang dapat digunakan tuk berenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.